Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Maret 2010

Ikatan Kimia Cinta


Telah ditemukan ikatan kimia baru. Lebih kuat daripada ikatan kovalen, ikatan hidrogen, bahkan ikatan ionik. Kalau atom Lk dengan Wn sudah berikatan kimia cinta, walaupun jarak antar atomya berjauhan bahkan ratusan kilometer lintas kota lintas benua, ikatannya tetap terasa dan sulit dipisahkan antar keduanya. Hal ini tidak bisa dijelaskan oleh hukum mekanika Newton bahkan mekanika kuantum sekalipun. Menurut hukum gaya elektrostastik besarnya gaya tarik antar partikel berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar partikel. Tetapi pada ikatan kimia cinta, jarak partikel tidak mempengaruhi besarnya gaya tarik antar partikel.
Atom Lk kerap kali mengirimkan foton dengan panjang gelombang tertentu, sehingga atom Wn tergetar dan tereksitasi dari keadaan normalnya. Ketika berdekatan dengan atom Wn, inti atom Lk berdegub kencang serasa ingin meluruh dan gemetaran sehingga membebaskan sejumlah radiasi sinar gamma. Padahal atom Wn hanya melintas sesaat. Pada situasi dan kondisi tertentu diperlukan suatu katalis sebagai mak comblang untuk menyatukan atom Lk dan Wn yang malu-malu. Kalau atom Wn sudah resmi menerima atom Lk sebagai calon pasangan untuk membentuk sebuah molekul rumah tangga, berarti tinggal satu tahap mekanisme reaksi lagi agar reaksi selesai.
Tahap selanjutnya adalah proses yang yang sangat menentukan laju reaksi. Keluarga isotop atom Lk akan bersama-sama menuju kediaman keluarga isotop atom Wn. Setelah proses serah terima elektron sebagai maskawin selesai dan penyatuan keduanya secara resmi oleh penghulu partikel. Maka, Lk dan Wn sudah berikatan kimia cinta. Keduanya akan berikatan selamanya sampai akhir hayat, ketika waktu paruh mereka berdua telah mencapai limit tak hingga. Akan tetapi, sebelum habis meluruh, keduanya akan membentuk kompleks teraktivasi, sehingga tercipta sebuah partikel baru yaitu, Lk junior dan Wn junior. Mekanisme pembentukan ikatan cinta ini belaku untuk setiap isotop Lk dan Wn lainnya, sehingga selalu ada keberlangsungan generasi.

Selasa, 25 Agustus 2009

Terlambat aKu Mengenalmu

Bagian 1

Pagi itu awan begitu cerah, secerah harapanku untuk menemui seorang sobat karibku, sebut saja Roy (nama samaran). Kebetulan waktu itu aku ada di tempatku ngajar, SMK Country waktu luang dan kusempatkan untuk mengambil hp dari saku celana untuk menelpon Roy. “Tuuuut….tuuuut….,tuuuut”, suara nada sambung hp terdengar ditelingaku. “Assalaamu’alaikum….”, aku mengawali pembicaraan. ”Wa’alaikum salam…”, jawab si Roy. “Lagi ngapain dan posisinya dimana sekarang?”, aku menyambung pembicaraan. “Aku sedang perbaiki komputer di SMK Bright di ruang KS”, jawabnya. Akupun langsung menanggapinya, “Aku main ke situ sekarang, gpp ya..! sekalian nanti aku tanyakan tentang lowongan tenaga ngajar ke KS”. “Ok..! G’ masalah, kesini ja..!” , sahutnya. ”Ya udah klo gtu, Assalaamu’alaikum”, aku tutup pembicaraan telponku. Roy pun menjawab, “ Wa’alaikum salam”. Akupun langsung menuju ke tempat Roy.

Selang ± 10 menit akupun sudah sampai di tempat Roy dan langsung ku samperin dia di ruang KS. Kebetulan waktu itu KS sudah aku kenal sehingga aku tidak merasa sungkan langsung masuk kesitu. “Assalaamu’alaikum”, aku ucapkan tepat di depan pintu KS. ”Wa’alaikum salam…”, jawab Roy & KS. Serentak aku langsung dipersilahkan masuk, sembari pembicaraan ringan kita bertiga mulai terjadi. Tanpa aku duga, seketika itu juga KS SMK Bright langsung menawari aku untuk ngajar di situ dan guru-guru yang ada kaitannya dengan materi yang akan diberikan ke aku dipanggil ke kantor untuk koordinasi. Sejak saat itulah, tepatnya semester genap 2007/2008 aku telah menjadi bagian dari SMK Bright.

Pertama kali disitu aku seolah seperti orang asing dengan suasana dan keadaan yang asing pula. Hari demi hari akupun mulai bias nenghilangkan keterasinganku karena sudah banyak yang kukenal disitu. Hingga suatu hari, entah kapan tepatnya aku mulai betah di situ. Ini dikarenakan karena ada temen cewek yang sengaja atau tidak sengaja telah menarik perhatianku, sebut saja Cinta namanya (nama samaran). Akupun mulai melakukan pdkt ke Cinta, tanpa peduli apakah ia sudah punya pacar atau tidak. Dengan segala upaya akupun memberikan perhatian yang lebih sehingga aku merasa akrab dan dekat dengannya. Suatu saat aku coba untuk mencari informasi tentang Cinta ke salah satu temennya yang kebetulan juga sudah aku kenal sebelumnya, Ria namanya (ns). Dari Ria, aku mengetahui kalo Cinta sudah punya pacar (teman mulai SMA). Akupun tidak patah semangat, karena selama masih janur kuning belum melengkung masih milik bersama. Kata-kata itu aku jadikan semboyan dalam mencari cinta. Maju terus pantang mundur...!

Suatu hari Cinta pun merasa kalo aku telah memberikan perhatian dan perasaan yang lebih dari sekedar teman biasa kepadanya. Cinta pun ingin mengatakan sesuatu yang penting terkait itu. Klo g’ salah waktu itu adalah hari Jum’at, Cinta dan teman dekatnya (Rama = ns) mau ke rumah. Aku tidak tau maksud kedatangan Cinta sebenarnya, aku kira hanya sekedar main ja. Karena aku keburu mau solat Jum’at, merekapun aku tinggal di rumah. Seusai solat Jum’at, akupun langsung menemui mereka dan ngobrol-ngobrol. Setelah agak lama mereka berdua pun pamitan pulang tanpa ada pembicaraan yang serius. Aku pun melihat kepergian mereka tanpa beban, yang jelas aku sangat senang Cinta dan Rama mau datang ke rumah.
Malam harinya, aku menerima pesan singkat dari Cinta. Dengan perasaan senang ku buka dan ku baca isi pesan itu:

Pak,sbnrx aq pengen ktemu n ngomong langsung k pean...Tp g’tau,aq g’bs.. Aq dah ngrasain seneng, bhagia bngt pny tmen+shbt kyk pean. Aq bs curhatdg seenakx,tnpa da beban.. Aq dah tau all ttg pean k aq. Prasaan pean.. Qta bkn anak kcl lgi yg tumpul thdp prasaan org laen..Aq dah p’nah bilang,prasaan tu g’ p’nah salah..Aq g’ ingin p’shbtan qta putus, apapun yg tjd..Tp klo pean g’mau jg gpp, tu hak pean. Pak,aq mau ngundang pean d acara p’nkhanQ ntar, tp aq g’ memksa pean tuk dtg cos tu hak pean....dst ”.

Itulah sebagian isi pesan dari Cinta, aq merasa seperti kehilangan semangat setelah membacanya karena pesan itu telah menutup harapanku untuk memiliki cinta dari seorang Cinta. Aku berusaha untuk tegar dan berusaha bangkit dan dalam hati berkata,”mungkin ia bukan jodohku”. Akupun membalasnya dengan besar hati karena ia masih mau jadi sahabatku. Itupun sudah lebih dari cukup bagiku, bahkan ia ingin punya kakak sepertiku. Sungguh itu adalah pernyataan yang sangat-sangat berlebihan bagiku.


Diam Terpaku

Bayangmu datang dengan tiba-tiba
Entah kapan entah dimana
Tanpa disangka dan diduga
Hatipun ingin engkau menyapa

Saat waktunya tlah tiba
Hatipun mulai berbunga rasa
Entah mengapa apa sebabnya
Hati ini mulai gundah

Waktu begitu cepat berlalu
Hingga akhirnya akupun tahu
Tak mungkin hati kan berlabuh
Dalam bahtera kalbumu…

Aku diam terpaku…
Seolah tunduk pada sang waktu
Yang terus melaju …
Tinggalkanku dalam pilu nan sendu...



Sejak saat itu, aku mulai belajar untuk menghilangkan prasaan berlebihanku kepadanya. Hingga tiba saat hari pernikahannya, aku bingung mau carikan kado untuknya. Sebuah gambar binatang kesayangannya (si kucing), namun sayang ketika mau aku print gambar itu, printerku ngadat. Alhasil, aku berusaha untuk ngeprint berulang kali tapi tetep gak bisa. Gara-gara ini, aku hampir gak jadi ke acara pernikahannya karena sudah ditinggal temen-temen yang lain. Akhirnya, akupun berangkat tanpa hasil dan nyampek disana sudah hampir bubar acaranya. Untungnya masih belum, jadi aku merasa senang bisa menghadiri undangan istimewa temenku walau aku gak bisa memberi kado/hadiah istimewa. I ’ m sorry so much my friend.

Senin, 22 Juni 2009

Suratku

Untuk seseorang yang telah melepaskan aku dari belenggu2 cinta terlarang. Pertama kali Aku melihat dan mengenalmu, seolah Aku punya harapan untuk lepas dr belenggu2 prasaan yg tak harus ada dlm benak jiwa dan pikiranku. Aku seolah melihat seberkas cahaya harapan yg selama ini Ku cari2 dan berharap dapat memberikan terang dalam gelapnya prjalanan yang kulalui tuk menuju tujuan yang pasti. Waktupun terus berlalu seiring langkah yang terus kupacu dan aku baru tersadar bahwa jalan yang kulalui begitu panjang dan melelahkan, begitu banyak halangan dan rintangan. Namun langkah kakiku pantang tuk berhenti karena cahayamu setia menemani dan aku yakin semuanya dapat kulalui walau dengan tertatih-tatih. Suatu saat badai datang menghantam memadamkan sinar yang kau berikan, merusak semua harapan yang kudambakan hingga langkahku pun berhenti di tengah jalan yang begitu gelap, tak tentu kemana arah tujuan. Pasuruan, 5 Maret 2009

Siapa yang Salah? Tukang Becak atau Penumpangnya

Suatu hari salah satu temenQ (sebut saja Cinta) hendak ke rumah yang Qtempati. Lokasinya berada di pusat perkotaan Pasuruan, tepatnya di Perum Istana Bestari. Awalanya sih memang ia terpaksa datang kerumahQ untuk berembuk mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan oleh instansi/lembaga tempat kami bekerja. Oleh karena itu Qta sepakat utk berembuk di rumahQ pada hari Rabu,tanggal 30 Juli 2008 sekitar jam 10.00 WIB. Sebelum berangkat Cinta memintaQ untuk menunggu di depan pintu gerbang perumahan. Waktu itu aq sedang kerumah temenQ (sebut saja Ali) dan aq pulang agak telat, trus sesampai di rumah aq langsung mandi. Selesai mandi aq baru tau kalo Cinta dah sampai di daerah perumahanQ, aq pun menunggu dengan nyantainya di rumah coz Qpikir ia kan dah pernah kerumah 2 kali so tau lah jalan ke rumah. Eh…belum berapa lama Cinta pun telfon kaq dengan nada kesal, bingung dan pasrah sambil berucap,”Aduuuh rumahe pean tu manaa….?pokoe sekarang pean keluarO wes….!”. Akhirnya dengan bergegas aqpun langsung keluar rumah mencarinya, setelah ketemu aq langsung ketawa karena si Tukang Becaknya juga sedikit tertawa (mungkin heran karena penumpangnya bingung tidak tau harus berhenti dimana). Tapi emang benar sih, ternyata si Tukang Becak tadi disuruh muter-muter oleh Cinta. “Yang bener jaa siapa juga yang nyetir becak…”t’err… t’err...”, sanggah Cinta dalam hati. Siapa juga yang salah klo bgini…ini??? Yang jelas hanya orang-orang yang terlibat saja yang tau siapa yang salah. Hehehe... (end).
By Arul (Pasuruan, 30 Juli 2008)

Selasa, 23 Desember 2008

Si Kucing yang Singgah ke Rumah

Waktu itu dikala udara pagi begitu segarnya sekitar pukul 5.30, aku duduk termenung di atas kursi yang berada di ruang tamu. Lagi-lagi bayangannya (seseorang yang special bagiku) hinggap dalam pikiranku. Seolah tak mau hilang walau sedetik saja dan aku selalu memikirkannya, lebih-lebih setelah aku membuatnya marah pada malam harinya. Aku merasa waktuku seolah kuhabiskan untuk memikirkan dan melamunkannya. Saat aku terlelap dalam lamunanku, aku dikagetkan oleh suara binatang yang seolah menyapa dari luar halaman rumah. “Meong…..meong…..meong” begitu sapanya (si kucing) seolah memanggilku dan membangunkanku dari lamunan. Dengan segera akupun menengok keluar rumah dan memanggilnya,” pus…..meong…..meong”. Mendengar panggilan itu ia pun langsung menghampiriku dan kusambut dengan belaian hangat sebagai tanda penyambutan kepadanya. Seolah telah mendapatkan izin dari yang punya rumah, iapun langsung nylonong masuk kedalam rumah. Akupun mengikuti dan mengamati apa yang ia lakukan. Akupun heran dengan tingkahnya karena seolah-olah si kucing ada yang menyuruh untuk melihat seisi rumah yang ku tempati. Awalnya Si kucing dengan santainya masuk melalui ruang tamu menuju ruang dapur. Barangkali mau nyari makanan untuk sarapan pagi, tapi karena tidak ada ia pun kembali ke ruang tamu. Saat berada di ruang tamu aq sempat membelainya dengan harapan ia mau menjadi temanku dan senang ia pun menerima belaian itu sambil sesekali menunjukkan cakarnya seolah-olah mengajakku bermain sembari mencakar-cakar kursi yang ada di sebelahnya. Setelah beberapa kemudian, kucing itupun bangkit dan berjalan menuju meja TV yang ada di depan ruang tamu. Sesampainya disana, kucing itu pun langsung melompat keatas meja dan meneruskan pengamatannya dengan melihat ruang / teras belakang dari atas meja. Melalui jendela yang ada di belakang meja TV itu, si kucing melihat sela-sela ruang belakang dengan seksama. Setelah dirasa pengamatannya cukup ia pun segera melompat dan melanjutkan pengamatannya di ruang tidurku. Aku sambil duduk di kursi hanya memperhatikannya dari jauh dan membiarkan si kucing masuk ke kamar. Tidak berselang lama, ia pun menampakkan diri dan langsung menuju ke teras luar rumah. Sesampainya disana ia pun berteriak dengan suara khasnya,”meong…….meong……….?”. Si kucing seolah mengucapkan salam perpisahan, akupun langsung keluar menuju teras depan sambil menyahuti salamnya tersebut. Sebelum pergi jauh akupun sempat memanggilnya dengan harapan agar ia tidak pergi. Si kucing pun merespon panggilanku sambil mendekat menghampiriku. Setelah ada di dekatku aku membelainya lagi dengan penuh harap agar ia tidak segera pergi meninggalkanku. Namun setelah beberapa lama dan sempat bermain-main denganku, si kucing akhirnya pergi. Aku berusaha memanggilnya tapi ia tak menghiraukannya dan akupun sadar bahwa mungkin kucing itu mau pulang ke rumah tempat ia berkumpul bersama keluarga, rumah dimana kebahagiaan dan ketenteraman ia rasakan bersama. Akupun dari depan pintu hanya bisa berucap dalam hati, “Selamat tinggal kucing yang manis, semoga kau dapatkan kebahagiaan yang kau harapkan”. Setelah kucing itu pergi, aku berjalan menuju ruang tamu dan mengambil posisi duduk senyaman mungkin. Pikiranku masih terbayang dengan si kucing itu sembari berkata dalam hati, “Terima kasih kau telah sudi singgah di rumah ini. Walau hanya sesaat kehadiranmu telah memberikan arti, warna, dan cerita yang tidak pernah kan ku lupa sepanjang masa. Semoga Tuhan memberikan waktu dan keempatan kita tuk bersua.” (Arul’s Story_Pasuruan, 26-08-08)