Senin, 22 Juni 2009

Siapa yang Salah? Tukang Becak atau Penumpangnya

Suatu hari salah satu temenQ (sebut saja Cinta) hendak ke rumah yang Qtempati. Lokasinya berada di pusat perkotaan Pasuruan, tepatnya di Perum Istana Bestari. Awalanya sih memang ia terpaksa datang kerumahQ untuk berembuk mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan oleh instansi/lembaga tempat kami bekerja. Oleh karena itu Qta sepakat utk berembuk di rumahQ pada hari Rabu,tanggal 30 Juli 2008 sekitar jam 10.00 WIB. Sebelum berangkat Cinta memintaQ untuk menunggu di depan pintu gerbang perumahan. Waktu itu aq sedang kerumah temenQ (sebut saja Ali) dan aq pulang agak telat, trus sesampai di rumah aq langsung mandi. Selesai mandi aq baru tau kalo Cinta dah sampai di daerah perumahanQ, aq pun menunggu dengan nyantainya di rumah coz Qpikir ia kan dah pernah kerumah 2 kali so tau lah jalan ke rumah. Eh…belum berapa lama Cinta pun telfon kaq dengan nada kesal, bingung dan pasrah sambil berucap,”Aduuuh rumahe pean tu manaa….?pokoe sekarang pean keluarO wes….!”. Akhirnya dengan bergegas aqpun langsung keluar rumah mencarinya, setelah ketemu aq langsung ketawa karena si Tukang Becaknya juga sedikit tertawa (mungkin heran karena penumpangnya bingung tidak tau harus berhenti dimana). Tapi emang benar sih, ternyata si Tukang Becak tadi disuruh muter-muter oleh Cinta. “Yang bener jaa siapa juga yang nyetir becak…”t’err… t’err...”, sanggah Cinta dalam hati. Siapa juga yang salah klo bgini…ini??? Yang jelas hanya orang-orang yang terlibat saja yang tau siapa yang salah. Hehehe... (end).
By Arul (Pasuruan, 30 Juli 2008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar Anda sebagai sarana berbagi